Cara mempercepat loading website, berikut ada 10 langkahnya .

speed

Cara mempercepat loading website, berikut ada 10 langkahnya.

Bagi anda yang mempunyai kecepatan internet cepat pasti jarang merasakan web yang anda buka memuat sangat lama tapi apa jadinya bagi kita yang mempunyai  kecepatan interner dibawah rata-rata? pasti sangat memuakkan bukan? berikut tips dan langkah-langkahnya supaya website yang anda buat dapat dimuat dengan cepat.

Loading website adalah salah satu faktor dalam SEO yang perlu anda beri perhatian dan masih sering diabaikan oleh para pengelola web. Semakin cepat  waktu loading  maka semakin SEO friendly Web anda.  Seperti anda sudah ketahui Prinsip SEO Friendly adalah sesuai kaidah SEO dan memberi Manfaat pada Pengunjung.  Loading Web yang cepat akan mempercepat kerja Robot Search engine untuk mengindex website anda dan juga  akan lebih disukai oleh pengunjung.

1. Kecilkan ukuran gambar

Mengoptimalkan penggunaan gambar pada halaman web dapat mempercepat loading web. Nah, bagaimana caranya? Berikut ini adalah hal-hal yang dapat mengoptimalkan penggunaan gambar anda :
– Hindari penentuan ukuran gambar dengan menggunakan css. Artinya, jika pada halaman web anda menampilkan gambar ukuran 300 x 300, maka ukuran panjang dan lebar asli gambar anda seharusnya segitu. Bukan dengan ukuran 1000 x 1000, lalu dibuat 300 x 300 dengan menggunakan css.
– Kompres ukuran file gambar dengan tools seperti : www.imageoptimizer.net

4. Gunakan Plugin Caching

Pernahkan Anda mengunjungi suatu website dimana pada saat pertama kalinya laoding website akan terasa berat dan lama, namun saat mengunjunginya lagi, loading website tersebut lebih ringan dan website termuat lebih cepat dari sebelumnya?

Pertanyaannya, mengapa pada saat mengujunginya lagi loading website lebih cepat?

Itu adalah efek dari caching browser Anda yang menyimpan file website yang sudah Anda kunjungi sebelumnya dan menampilkannya kepada Anda secara langsung, alih-alih mendownload ulang file website yang baru. 

Nah, untungnya, saat ini efek caching tersebut tidak hanya dapat diaktifkan melalui browser Anda, namun Anda dapat mengaktifkannya di website Anda dengan menginstal plugin caching.

Mengaktifkan caching pada website dapat mempercepat loading website secara signifikan. Penelitian menunjukan bahwa mengaktifkan cache secara full dapat mengurangi loading website dari 2,4 detik menjadi 0,9 detik.

Ada berbagai cara untuk mengaktifkan fitur caching tergantung pada platform apa yang Anda gunakan. Apabila Anda pengguna WordPress, Anda dapat menginstal plugin berikut:

  • W3 Total Cache (Plugin cache gratis terbaik – namun pengaturannya lebih rumit).
  • WP Super Cache (Gratis dengan pengaturan yang mudah).
  • WP Rocket (Plugin cache terbaik, namun berbayar aka tidak gratis).

3. Tingkatkan kecepatan respons server

Ini sangat berhubungan dengan kinerja server dan hosting yang anda pakai untuk menjalankan web anda. Oleh karena itu, gunakan layanan hosting dengan server yang cepat. Kalau perlu, jangan gunakan shared hosting. Kecepatan respons server adalah hal yang paling berpengaruh dalam kecepatan loading web.

4. Menggunakan CDN (Content Delivery Network)

Website yang dihostkan pada server yang berlokasi di Indonesia, umumnya akan memiliki waktu akses yang lebih cepat apabila diakses dari Indonesia – karena jarak yang dekat.

Namun bagaimana kalau ada pengunjung Anda yang berlokasi diluar negeri, katakanlah di USA, UK atau bahkan di kutub utara mencoba mengakses website Anda?

Tentu saja website Anda akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk termuat karena jarak yang jauh.

Lalu, bagaimana caranya agar website kita dapat diakses dengan cepat dari seluruh dunia?

Solusinya adalah dengan menggunakan CDN.

Untuk melihat seberapa efektif penggunaan CDN, Matthew Woodward melakukan percobaan dan menemukan bahwa CDN dapat meningkatkan kecepatan website hingga 60%.

Saya merekomendasikan CDN berikut untuk Anda:

  • Max CDN
     
  • CloudFlare

5.Modul/Widget.

Semakin bervariasi widget yang anda gunakan tentunya akan membuat website semakin full fitur. Tapi akibatnya waktu loading akan semakin lambat. Sebaiknya gunakan widget seperlunya saja. Hapus widget yang tidak anda gunakan.

6. Optimalkan Penggunaan CSS

Beberapa cara penggunaan CSS pada halaman web adalah sebagai berikut :
1. Me-render css eksternal menggunakan tag <link href=”path ke file css”/>
2. Memasukkan css langsung pada halaman dengan tag <style>kode css</style>
3. Memasukkan css langsung pada tag tertentu dengan cara <div style=”kode css”></div>.

Cara ketiga sebaiknya anda hindari karena itu dapat memperlambat loading web. Lalu, bagaimana dengan cara pertama dan kedua?. Ini tergantung pada banyaknya kode css yang digunakan. Jika kode css anda sedikit (misal tidak lebih dari 100 baris), akan lebih baik jika anda menggunakan cara kedua. Sedangkan kode css anda sangat banyak, anda lebih baik menggunakan cara pertama.

Namun, perlu diingat bahwa pemuatan css eksternal akan menghentikan pemuatan halaman web sementara sampai pemuatan/pengundugan file cssnya selesai. Oleh karena itu, usahakan ukurannya kecil dengan mengompressnya terlebih dahulu. Perlu diperhatikan juga, bahwa sebaiknya kode css ditempatkan di antara tag <head></head>.

7. Gunakan Hosting Yang Cepat

Maaf, tapi saya harus menyertakan poin ini disini.

​Jika semua yang Anda lakukan untuk membuat website Anda menjadi cepat, namun Anda menemukan bahwa tidak ada perubahan yang signifikan, maka mungkin sudah saatnya Anda mengganti penyedia hosting Anda.

Kedua kliennya memiliki website yang mirip, namun berbeda penyedia hosting. Satu kliennya menggunakan dedicated server hosting, sedangkan yang satu lagi menggunakan server hosting yang murah.

​Hasilnya, ada perbedaan yang besar dalam waktu respon website; respon DNS pada klien yang menggunakan dedicated hosting adalah 7ms (milidetik), sedangkan waktu respon pada klien dengan server yang murah adalah 250ms.

Masalahnya adalah tidak ada tweak atau plugin yang dapat memperbai​ki perbedaan sebesar itu.

Namun, menurut hasil tes dan analisis saya di PenasihatHosting.com, penyedia web hosting berikut adalah yang terbaik dalam hal kecepatan (dibawah 500ms):

8. Optimasi Database Website

Jangan takut!

Untuk yang satu ini, Anda tidak perlu mengotak-ngatik kode-kode membosankan itu lagi.

Mengoptimasi database adalah sesuatu yang mudah dilakukan, sederhana namun sering diabaikan oleh para webmaster, padahal faktanya ini merupakan salah satu cara yang ampuh untuk mempercepat loading website Anda, apalagi bagi pengguna CMS seperti WordPress yang sangat bergantung pada penggunaan database.

Apabila Anda pengguna WordPress, Anda dapat menginstal plugin WP-Optimize.

Bagusnya lagi, plugin ini tidak hanya dapat mengoptimasi database website Anda saja, tetapi juga membersihkan post revisions, auto draft post, komentar spam dan komentar ditrash.

9. Minify File Javascript dan CSS Anda

Jika website Anda menggunakan banyak JavaScript dan CSS, kemungkinan besar website Anda akan memberitahu browser pengunjung Anda untuk memuat seluruh file JavaScript dan CSS secara individual atau satu per satu.

A​palagi bila Anda menggunakan CMS, seperti WordPress, Drupal dan lainnya, file JavaScript dan CSS akan ditambahkan hampir setiap kali Anda menginstal plugin baru.

Dan itu akan membuat banyak permintaan, yang pada akhirnya akan membuat kinerja website Anda menjadi lambat.

Solusinya adalah me-minify file JavaScript dan CSS Anda.

10. Kurangi HTTP Request

Setiap objek dalam sebuah halaman web seperti gambar, video, swf, css(yang dipisah), javascript(yang dipisah), dan file lainnya akan diakses dari server melalui file HTML. Setiap pengaksesan inilah yang disebut HTTP request. Nah, salah satu cara mempercepat loading halaman web adalah dengan mengurangi HTTP request. Hal ini akan meringankan kerja server. Jadi, artinya sebisa mungkin anda harus meminimalisir penggunaan objek-objek yang mengirim HTTP Request pada server.

 

Semoga Bermanfaat…